E) = Equality : persamaan/kesetaraan sosial. setiap orang semua sama dan setara tidak ada
perbedaan suku bangsa dan kasta
(A) = Anarchy : suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan
dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan
penindasan terhadap kehidupan
(P) = Peace : damai/kedamaian. kehidupan yang tentram dalam kedamaian di dunia
Selamat Datang di Blognya Aresavana, menulis dari apa yang dilihat, dirasakan untuk disampaikan dari sudat pandang dan kotak yang berbeda, Mungkin tidak terlalu informatif, berimbang dan kredibel. Memang sedikit sok tahu, padahal belum tentu tahu.Don't strive to be perfect, strive for excellence.
Tampilkan postingan dengan label Ngepunk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngepunk. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 April 2011
Senin, 07 Maret 2011
Mengenai Marjinal Yuk!
Marjinal bermarkas di Gang Setiabudi, Setu Babakan, Jakarta Selatan, dari hari ke hari kian banyak saja anak muda yang datang dan terlibat dalam program workshop. Selain membuka workshop cukil kayu dan musik, Marjinal mengusahakan distro sederhana. Sebuah lemari etalase diletakkan di beranda, menyimpan pelbagai produk Taringbabi; dari kaos, kaset, pin, stiker, emblem, zine sampai buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. Di dinding didisplay puluhan desain kaos, di ruang tamu yang selalu riuh itu. Di tengah-tengah kotak display, ada gambar tengkorak yang berbarik sebagai ikon Taringbabi.
Para punker biasanya datang secara berkelompok. Biasanya mereka duduk-duduk di beranda depan, melepas penat, setelah seharian berada di jalanan, sambil asyik ngobrol dan bermain musik. Dengan ukulele (kentrung), gitar dan jimbe mereka menyanyikan lagu-lagu Marjinal. Bob dan Mike pun ikut nimbrung bernyanyi bersama. Mike memberitahu accord atau nada sebuah lagu, dan menjelaskan makna dari lirik lagu itu. Proses belajar dan mengajar, secara tidak langsung terjadi di komunitas, dengan rileks.
Para punker biasanya datang secara berkelompok. Biasanya mereka duduk-duduk di beranda depan, melepas penat, setelah seharian berada di jalanan, sambil asyik ngobrol dan bermain musik. Dengan ukulele (kentrung), gitar dan jimbe mereka menyanyikan lagu-lagu Marjinal. Bob dan Mike pun ikut nimbrung bernyanyi bersama. Mike memberitahu accord atau nada sebuah lagu, dan menjelaskan makna dari lirik lagu itu. Proses belajar dan mengajar, secara tidak langsung terjadi di komunitas, dengan rileks.
Marjinal Musik ku
Marjinal adalah nama sebuah grup musik beraliran punk-rock yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Kelompok musik ini sebelumnya bernama Anti ABRI, bersamaan dengan berubahnya nama institusi militer di Indonesia, nama Anti ABRI-pun berubah lagi menjadi Anti Military.
Melalui lirik-lirik lagunya, Marjinal dapat dikategorikan sebagai kelompok musik berhaluan anarko-punk, karena liriknya banyak memuat tema-tema politik, dan semangat perubahan sosial.
Beberapa lagu yang diciptakan oleh mereka banyak dinyanyikan oleh para aktivis yang sedang berdemonstrasi.
Sejak berdirinya, kelompok ini telah menghasilkan beberapa album, diantaranya adalah:
Anti Military
Termarjinalkan
Predator
Tapi Gw sih ngga Anti siapa2 lah, toh gw hanya sebagai penikmat Musik untuk gw denger, sebatas untuk menghilagkan rutinitas sehari-hari yang penuh dengan Formalitas.
Melalui lirik-lirik lagunya, Marjinal dapat dikategorikan sebagai kelompok musik berhaluan anarko-punk, karena liriknya banyak memuat tema-tema politik, dan semangat perubahan sosial.
Beberapa lagu yang diciptakan oleh mereka banyak dinyanyikan oleh para aktivis yang sedang berdemonstrasi.
Sejak berdirinya, kelompok ini telah menghasilkan beberapa album, diantaranya adalah:
Anti Military
Termarjinalkan
Predator
Tapi Gw sih ngga Anti siapa2 lah, toh gw hanya sebagai penikmat Musik untuk gw denger, sebatas untuk menghilagkan rutinitas sehari-hari yang penuh dengan Formalitas.
Langganan:
Postingan (Atom)
